Langsung ke konten utama

Passing Grade SKD CPNS 2018 Formasi Umum


Tes Kompetensi Dasar (TKD) atau disebut juga SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) merupakan langkah kedua setelah lolos pemberkasan. Tes ini adalah langkah terberat karena nilai yang kita dapatkan berpengaruh terhadap kelolosan di suatu instansi. 

Akan tetapi walaupun lulus passing grade (mencapai nilai ambang batas), nilai yang kita dapatkan masih diranking sehingga yang diterima hanyalah sesuai dengan jumlah formasi yang dibutuhkan. Jadi nilai yang tertinggi yang akan lolos ke tahapan selanjutnya (sistem seleksi CPNS tahun 2015). 

Misalnya dalam suatu formasi dibutuhkan 2 orang guru geografi, maka urutan pertama dan kedua lah yang berhasil diterima jadi CPNS. Jadi persaingan ketat demi 1 poin saja sangat dibutuhkan. Untuk itu dibutuhkan persiapan yang matang dan mempelajari soa-soal CPNS tahun sebelumnya karena pada umumnya soal-soal itu mirip dan kemungkinan besar ada yang muncul di tes CPNS tahun berlangsung.

Namun ada instansi yang memberlakukan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) setelah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Jadi setelah lulus SKD selanjutnya diranking, biasanya 3 kali jumlah formasi yang dubutuhkan akan melanjut ke tahap SKB. Misalnya yang dibutuhkan 2 orang, maka yang berhak melanjut ke SKB 3x2=6  yaitu peringkat 1 sampai 6. 
Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) meliputi Psikotes dan wawancara.

Sistem seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS tahun 2018
Penentuan kelulusan SKD didasarkan pada nilai ambang batas (passing grade). Apabila telah memenuhi nilai ambang batas, maka peserta dikatakan LULUS. Selanjutnya tinggal meranking sesuai dengan jumlah formasi yang dibutuhkan di suatu instansi.

Hal penting yang perlu diingat dan dipahami adalah TKD dibagi atas 3 bagian yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensi Umum (TIU) dan Tes Kepribadian (TKP). Diantara 3 bagian tes tersebut masing-masing memiliki nilai batas kelulusan minimal atau  nilai ambang batas.

Nah menyangkut nilai ambang batas atau passing grade SKD CPNS, setiap tahun mengalami peningkatan dari tahun lalu. Nampaknya pemerintah hendak mencari calon-calon abdi negara yang semakin kompeten.  Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat Peraturan Menteri Nomor 37 Tahun 2018 yang mengatur tentang nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). 
Berikut ini adalah penjelasan ringkasnya.

Nilai Ambang Batas (Passing Grade) Formasi Umum
Nilai ambang Batas untuk TWK yaitu 75,
Nilai ambang Batas untuk TIU yaitu 80 dan
Nilai ambang batas untuk TKP yaitu 143.

Jumlah soal yang akan diujikan adalah 100 butir soal terdiri dari 35 soal TKP, 30 soal TIU dan 35 soal TWK. 

Ujian dilaksanakan dengan sistem CAT (Computer Assisted Test). CAT (Computer Assisted Test) maksudnya sistem ujian secara online dengan sarana komputer yang terhubung internet, jadi bukan dijawab di kertas. Jadi soal-soalnya akan secara otomatis muncul di komputer setelah membuka aplikasi dan memasukkan nomor ujian/nama peserta yang telah terdaftar.

Mengingat adanya nilai ambang batas untuk TWK, TIU dan TKP maka perlu digarisbawahi tidak ada gunanya dapat nilai tinggi di TWK atau TIU ataupun TKP apabila nilai salah satu dari tiga bagian itu tidak mencapai ketuntasan minimal atau nilai ambang batas. Misalnya nilai TIU= 90 (mencapai/melewati batas minimal), nilai TWK = 80 (mencapai/melewati batas minimal) tetapi nilai TKP= 30 (tidak mencapai batas minimal). Itu sama saja TIDAK LULUS (GAGAL).

Selain itu, kita berpacu dalam waktu. Apabila waktunya sudah habis, maka komputer yang kita gunakan akan otomatis menutup tampilan aplikasi CAT dan menyimpan nilai sesuai dengan apa yang sudah kita kerjakan. Apabila LULUS atau TIDAK LULUS maka akan tertulis LULUS dan disertai nilai yang kita dapatkan.

Catatan : passing grade SKD yang dipaparkan di situs ini hanya untuk FORMASI UMUM, sedangkan untuk FORMASI KHUSUS terdapat pengecualian. Untuk selengkapnya dapat diunduh 


Sekian, semoga bermanfaat bagi kalangan yang ingin mencoba Seleksi CPNS

*Referensi :
-Berita Online nasional.kompas.com, 5 Sept 2018
-Peraturan Menteri Nomor 37 Tahun 2018



Jangan Lewatkan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menentukan Letak Astronomis suatu Wilayah pada Peta

Letak atau Lokasi suatu wilayah berdasarkan lintang dan bujur disebut dengan letak astronomis. Garis Lintang 0 0 disebut dengan garis Khatulistiwa (equator) yang membagi bumi menjadi bagian utara yang disebut dengan Lintang Utara (LU) dan bagian selatan yang disebut dengan Lintang Selatan (LS). Garis lintang menjadi dasar pembagian iklim yang didasarkan pada sudut datang matahari, sedangkan garis bujur 0 0 yang berada di kota Greenwich membagi belahan bumi menjadi belahan bumi Barat yang dikenal dengan Bujur Barat (BB) dan belahan bumi Timur yang dikenal dengan Bujur Timur (BT). Garis bujur 0 0 yang dipergunakan sebagai dasar pembagian waktu di berbagai wilayah (negara). Garis lintang dan bujur merupakan garis khayal artinya kita tidak menjumpai garis ini secara nyata di bumi. Garis Lintang kenampakannya horizontal, sedangkan Garis Bujur kenampakannya vertikal pada peta atau globe. Berdasarkan konsep Geografi, letak/lokasi terbagi dua yaitu letak absolut dan letak relat...

Tips Pasang Lampu/Pompa Air dengan Dua Saklar

Sahabat blogger, memasang saklar lampu mungkin sudah hal biasa bagi sebagian besar ahli listrik atau orang yang mengerti pemasangan instalasi. dan tentunya bukan hanya orang tamatan teknik kelistrikan yang mampu memasang saklar, tetapi juga orang biasa yang belajar dengan serius. Kalau kita memiliki pengetahuan memasang saklar maka tentunya akan mengurangi biaya upah tukang PLN atau orang yang ahli kelistrikan bukan.  Namun ada situasi dimana kita dituntut memasang dua saklar tapi setiap saklar tersebut bekerja tanpa tergantung pada saklar lainnya. Misalnya lampu (X) bisa dihidupkan dan dipadamkan dengan saklar A, dan juga bisa dihidupkan dan dipadamkan dengan saklar B. Jangankan lampu, satu pompa air yang dipasang di satu rumah yang satu dinding bisa dipakai oleh pemilik rumah tetangga dengan bak/penampungan yang sama. Hal ini akan mengurangi biaya pembelian pompa air bukan?. Prinsip saklar adalah memutuskan dan menghubungkan arus listrik dari PLN atau sumber day...

Menentukan Perbedaan Waktu antar Wilayah di Muka Bumi

Salam Geografi!! Saudara sekalian pasti pernah menonton siaran bola liga Inggris, Liga Spanyol atau Liga Eropa lainnya pada saat malam atau dini hari bukan?. Nah kalau kita bayangkan mengapa mereka main bola saat malam larut atau disaat kita di Indonesia sudah tertidur. Tentunya sebagai orang yang telah mempelajari geografi, tidak akan merasa heran lagi atau sudah memahami mengapa demikian. Bagi orang awam mungkin saja mereka berpikiran kalau memang pertandingan itu memang dilaksanakan pada jam saat menonton di Indonesia, padahal mereka itu main bola pada saat sore hari atau bukan larut malam. Dasar teorinya adalah Eropa berada pada belahan bumi Barat, sedangkan Indonesia berada pada belahan bumi Timur. Sehingga kalau di Indonesia malam hari, kemungkinan di Eropa Siang hari, demikian sebaliknya. Pada Postingan sebelumnya yaitu "menentukan letak astronomis suatu wilayah pada peta", telah disinggung mengenai garis lintang dan bujur.  Garis bujur menjadi dasar pembe...